Jangan Sia-siakan KematianNya

19-jesus-on-crossHari ini dalam doa malam saya, saya mendengarkan Sari Simorangkir dan Sammy Simorangkir yang berjudul: Karya Terbesar. Sambil mengangkat pujian ini, saya diingatkan lagi tentang penderitaan Kristus di Kayu Salib. Harusnya kita yang berada disana, dihakimi karena kejahatan kita. Tetapi Kristus, rela ‘merendahkan’ diriNya sampai titik 0 dan mati bagi kita.

Orang boleh pikir ini adalah sebuah kebodohan, sebuah dongeng sebelum tidur atau apalah. Tetapi bagi saya (dan mungkin juga anda), tidak ada BUKTI CINTA yang lebih besar selain RELA MATI UNTUK ORANG YANG DICINTAI. Dan begitu bodohnya kita, ketika T.U.H.A.N yang turun dari surga, MATI untuk kita, lalu kita sia-siakan.

Bukan soal bagaimana kematianNya yang ingin saya bagikan disini. Tetapi kehidupan kita yang harus menunjukkan kepada Dunia dan Kristus sendiri bahwa pengorbananNya, kematianNya, dan penderitaanNya tidak akan pernah sia-sia.

Bayangkan betapa teririsnya hati Tuhan, ketika kita menerima Dia, memahami kematianNya, tetapi kita masih saja hidup dalam kehidupan yang sia-sia atau kita masih saja hidup bebas menurut kehendak kita pribadi. Bagi saya, itu bukan saja dosa, itu KEJAM. Anda berlaku sangat KEJAM ketika anda menerima kematianNya dan tetap hidup “seenak udel” anda.

Kristus mati MEMILIKI TUJUAN, untuk MENEBUS DOSA DAN MENJAMIN TEMPAT ANDA DI KERAJAAN SURGA. Karena sejak jaman Perjanjian Lama, penghapusan dosa harus dengan KORBAN DARAH KAMBING DOMBA. Dan Kristus tau, tanpa karya PENEBUSANNYA, tanpa DARAHNYA TERCURAH kita tidak akan pernah mendapatkan penghapusan dosa dan masuk ke kerajaan Sorga. Hari gini nyari kambing tiap hari buat menghapus dosa? Makan aja suseeeeh!

Jika seseorang memberikan anda sesuatu yang berharga, katakanlah BERLIAN. Apakah anda tidak akan menjaganya dengan sepenuh hati? Apakah anda tidak akan merawatnya agar berlian tersebut jangan sampai rusak? Lalu jika seorang TUHAN dengan KEAGUNGANNYA dan KEKUASAANNYA yang tidak terbatas, mau turun ke dunia dan MATI. Bukankah anda harus lebih bisa menghargai kematianNya? Bukan karena anda tidak MELIHAT LANGSUNG Kristus mati lalu anda tidak menghargai kematianNya kan?

Saya paling benci dengan orang-orang yang menggunakan Tuhan untuk kepentingan dunia. Berdoa hanya untuk masalah cepat selesai, naik jabatan, bisnis diberkati, dan sebagainya. Meminta meminta dan meminta saja. Anda seolah memakai Tuhan untuk “pelicin.” Bagi saya, itu NAJIS. Tidak heran banyak orang PROTES, MARAH, dan MENINGGALKAN TUHAN ketika doanya tidak dijawab. Imannya hanya sebatas JAWABAN DOA SESUAI KEINGINANNYA saja. Jika Tuhan harus mati hanya untuk menjawab doa anda, maka SIA-SIALAH KEMATIANNYA.

Tuhan mati agar kita ditebus dan BERSAKSI dan BERPIKIR dan BERPERILAKU untuk kemulianNya. Bukan untuk kemuliaan kita, bukan supaya kita terpandang. Sebaliknya, kita harus semakin kecil, tetapi KRISTUS semakin besar, semakin tampak. Sehingga jika seseorang melihat kita, dia melihat KRISTUS yang ada dalam diri kita.

Apakah salah berdoa untuk menyelesaikan masalah? TIDAK. Malah anda harus berdoa untuk itu. Tetapi berdoa hanya untuk masalah saja TIDAK BENAR. Berdoa adalah komunikasi 2 arah, bukan satu arah. Ada kalanya anda harus memuji Dia, meninggikan namaNya, mengangkat PENYEMBAHAN dan PUJIAN anda kepadaNya. Ada kalanya anda mendengarkanNya melalui FirmanNya (jangan bilang anda tidak punya Alkitab di rumah anda. Hubungi saya, saya berikan Alkitab untuk anda gratis).

Mari, mulai memuliakan Dia di kehidupan kita, bukan supaya kita diberkati tetapi semata-mata agar NamaNya dimuliakan, dan kita menjadi kesaksian bagi banyak orang. Kristus harus tetap ada di tempat tertinggi dari masalah, keinginan, dan pengharapan kita.

Jangan pernah membuat kematianNya menjadi sia-sia lagi.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s