Bunuh Diri

Pagi ini saya bangun, membuka twitter di hp saya dan mendapati berita tentang bunuh diri lagi. Entah sudah berapa banyak kita membaca berita tentang bunuh diri dengan alasan yang paling sering didapati adalah: MASALAH. Hampir tidak pernah kita mendengar orang bunuh diri karena iseng kan? 

Bunuh diri mungkin diangap oleh para pelakunya sebagai cara yang paling cepat untuk keluar dari masalah yang menghimpit hidup. Walau bagi saya, bunuh diri justru membuat seseorang mendapatkan masalah yang lebih mengerikan dan kekal, yakni hukuman di neraka.

Manusia, menurut Alkitab diberikan jatah 70-80 tahun untuk hidup. Sebenarnya, tanpa harus mempercepat kematianpun, kita juga akan mati pada saatnya. Bagaimanapun cara manusia mati (sakit, kecelakaan, dibunuh, dsb) yang jelas bunuh diri bukanlah salah satu pilihan yang tepat untuk mati.

Bagi beberapa kebudayaan, bunuh diri mungkin merupakan tindakan yang heroik. Sayangnya, bagi saya apapun alasannya, bunuh diri justru merupakan tindakan seorang pengecut. Bunuh diri membuktikan anda tidak mau bersusah payah menjalani hidup anda sampai hembusan nafas terakhir.

Bicara soal masalah, semua orang yang masih hidup pasti memiliki masalah. Besar kecil masalah yang dihadapi tergantung bagaimana anda memandang dan menghadapi masalah tersebut. Dan sesungguhnya tidak ada masalah yang terlalu berat untuk dihadapi. Masalah yang anda anggap berat, bisa saja dipandang orang tidak terlalu berat.

Jujur saja, ada berapa banyak masalah yang sadar atau tidak kita ciptakan sendiri, atau minimal itu adalah buah dari kelakuan dan keputusan kita di masa lalu? Contoh sederhana, kita melakukan hubungan seks sembarangan, lalu menjadi hamil. Anda melakukan korupsi, lalu ditangkap KPK. Anda selingkuh, lalu pasangan anda minta cerai. Anda berfoya-foya lalu perusahaan anda kehabisan uang dan bangkrut. Anda berhutang lalu ditagih debt collector. Dan lain sebagainya.

Walaupun ada banyak juga masalah yang disebabkan dari luar diri anda sendiri, atau anda secara tidak sengaja terjerumus dalam masalah itu. Tetapi tetap saja, bunuh diri bukan jalan keluar.

Jika tidak ada lagi jalan keluar, cobalah berdoa dan datang menghadap Tuhan. Masuk kamar, kunci pintu, dan berlutut kepada Tuhan yang hidup. Saya tidak main-main dan ini bukan saran yang klise. Ribuan kali Tuhan menyelamatkan dan membawa saya keluar dari masalah hanya dengan keputusan sederhana: BERDOA.

Ya, masalah saya tidak serta-merta selesai begitu saja setelah saya berdoa, tetapi Tuhan memberikan saya KEKUATAN dan PENGHARAPAN yang baru, sehingga saya yakin masalah saya bisa diselesaikan. Setelah berdoa pun masalah saya bukannya tambah ringan, terkadang jadi TAMPAK LEBIH BERAT, tetapi saya belajar, bahwa Tuhan menggiring kita untuk MENGHADAPI masalah dan bukan lari dari masalah.

Pada akhirnya, masalah saya bukan saja selesai dengan cara Tuhan yang ajaib, tetapi saya menjadi lebih kuat, lebih tegar, dan tetap memiliki pengharapan. Sehingga saya seringkali gemas jika seseorang memiliki masalah yang tampaknya berat tapi di mata saya hal itu tidak terlalu berat.

Tuhan, bagi sebagian orang adalah omong kosong. Mereka sering berteriak kepada Tuhan tetapi Tuhan seolah jauh dari jangkauan. Tanpa mereka sadar, Tuhan bekerja dengan caraNya sendiri. Yang perlu kita lakukan adalah PERCAYA saja. Cepat atau lambat masalah kita akan selesai. Masa bodoh jika itu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk kita melihat pekerjaan tanganNya yang ajaib. Bahkan jika masalah tersebut tidak selesai sampai hembusan nafas terakhir, minimal kita mati dalam medan perang, mati secara terhormat, bukan dengan cara pengecut seperti bunuh diri.

Raja Daud membutuhkan waktu bertahun-tahun diperbudak, difitnah, dsb sampai dia menjadi Raja. Ayub membutuhkan waktu bertahun-tahun dalam penderitaan sampai semua kekayaan dan keluarganya dikembalikan. Dan masih banyak lagi contoh serupa di Alkitab. Bukankah itu cukup menjadi bukti kebesaran Tuhan? Apakah Tuhan jaman sekarang berubah? Tidak. Dia tetap sama dahulu-sekarang-selamanya. Pertanyaannya, anda mau mengandalkan Dia atau tidak?

Iblis akan berbisik bahwa bunuh diri adalah jalan yang cepat untuk selesai dari masalah. Kenapa? Dia mau roh anda berada bersamanya di neraka. Dia mau semua ciptaan Yahweh binasa. Itu sebabnya saya tuliskan diatas, bunuh diri bukan menyelesaikan masalah, tetapi membuat masalah baru yang mengerikan dan kekal.

Pengharapan masih ada didalam Yesus Kristus, jika anda terlalu bodoh, anda akan menganggap pengharapan ini hanya dongeng belaka dan hidup anda berakhir dengan cara yang memalukan. Jika anda mau mencoba, datang saja kepadaNya, rasakan kasih yang mengalir dari sorga ketika anda mulai berdoa.

Keputusannya ada di tangan anda. YahShua HaMasiakh – Yesus Kristus memberkati kita semua. HaleluYah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s