Perselisihan Dalam Bisnis

Hari ini saya ingin posting yang tidak terlalu berat. Saya ingin menceritakan bagaimana sebuah hubungan pertemanan/persahabatan bisa runtuh ketika kita memiliki bisnis bersama.
Kita mungkin pernah mendengar kakak-beradik atau sahabat yang tadinya saling kasih mengasihi bisa bertengkar hebat bahkan putus hubungan karena bisnis yang dikelola bersama.

Ketika masa awal bisnis berjalan, semua terlihat baik-baik saja. Masalah muncul ketika bisnis semakin besar, klien dan customer semakin banyak lalu salah satu menganggap dia berhak menerima porsi yang lebih karena sudah bekerja lebih keras.

Aha!!

Kemudian mereka saling membandingkan pekerjaannya dan kemudian merambat ke hal-hal lainnya. Klimaksnya, mereka bertengkar, tidak mau bicara, bahkan saling mengutuki satu dengan yang lainnya. Hal ini bisa saja berlanjutnsampai ke generasi berikutnya (anak, cucu, dsb). Seperti sinetron ya?

Intinya hanya dua: Egois dan Perencanaan yang Tidak Matang.

Kebanyakan dari kita diawal bisnis memiliki prinsip: “Jalani saja dulu, urusan lain belakangan” hal ini adalah keliru. Anda harus merencanakan hal-hal yang krusial seperti pembagian tugas, pembagian keuntungan, dan lain sebagainya. Jika perlu, buat surat perjanjian yang mengatur hal ini, lengkap dengan materainya.

Tetap jalankan apa yang menjadi bagian anda dan tetap setia disitu sekalipun tugas anda mungkin tampak lebih berat dari rekan bisnis anda yang lain.

Jika anda merasa porsi keuntungan anda terlalu kecil, biasakan untuk berbicara baik-baik. Tahan emosi anda, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan cara yang baik dan terhormat.

Bagaimana jika rekan bisnis anda tidak juga mau mengerti. Coba tukar posisi, anda di posisinya begitu juga sebaliknya. Sehingga anda maupun rekan bisnis anda bisa merasakan apa yang anda rasakan. Kemudian bicarakan baik-baik.

Jika dia masih juga keras kepala, tinggalkan. Hubungan persahabatan anda, hubungan dengan keluarga anda lebih pentingndari sejumlah uang yang bisa anda hasilkan dari bisnis anda. Karena ketika anda kaya, anda punya banyak teman, tetapi mereka memandang anda dari uang anda, tidak tulus.

Anda toh bisa mempekerjakan orang untuk mengerjakan bagian anda dan anda tetap bisa mendapatkan keuntungan walaupun jumlahnya lebih kecil karena anda harus membayar pegawai yang mengerjakan pekerjaan anda dulu. Bukankah itu lebih baik daripada anda kehilangan orang-orang yang anda sayangi?

Bersikaplah rendah hati dan lemah lembut, karena firman Tuhan bilang: “Berbahagialah” (Mat 5:3-12)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s