Kebersamaan Dengan Saudara Seiman

Setiap pribadi diberikan Tuhan sahabat dan orang-orang yang dicintai bukan sekedar untuk bersama-sama menjalankan sesuatu, bersama-sama bersenang-senang, dan sebagainya. Tetapi supaya bersama-sama saling menegur, saling mengingatkan, saling mendoakan dengan kasih.

Apa yang ingin saya bagikan disini adalah sebuah perintah, perintah untuk saling bergandengan tangan, perintah untuk saling menegur apabila yang satu kedapatan melakukan kesalahan. Artikel ini diambil dari Galatia 6

“Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan” (Galatia 6:1)

Sebagai saudara seiman, apabila rekan kita kedapatan melakukan sesuatu yang salah/dosa, maka kita wajib mengingatkannya. Bukan dengan maksud untuk menghakimi, tetapi mengingatkan dengan bahasa yang baik, sopan dan penuh kasih.

TAPI, kita harus menyadari bahwa Iblis tidak pernah suka kalau ada orang yang mencoba mengingatkan saudaranya akan kesalahannya. Maka dibagian lain ayat tersebut dikatakan: “Sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan” Itu berarti, selain mengingatkan sahabat kita, kita harus tetap berjaga-jaga meminta pertolongan Tuhan agar kita jangan sampai jatuh ke dosa yang sama seperti yang orang tersebut lakukan yang akhirnya membuat kita juga jadi batu sandungan. Pernah dengan perkataan begini: “Tuh lihat, sok-sokan mengingatkan orang, ternyata dia juga nggak lebih baik”?

Jadi lebih baik jika sebelum menasihati sahabat kita yang melakukan pelanggaran, berdoalah terlebih dahulu, minta pimpinan Tuhan agar Dia yang mengatur perkataan kita. Setelah anda menasihati sahabat anda, lebih baik jika anda berdoa bersama agar dia tidak mengulangi kesalahannya dan anda tidak melakukan kesalahan yang sama.

Hal yang sama juga sebaiknya dilakukan apabila  sahabat anda yang mengingatkan anda akan kesalahan yang sengaja atau tidak sengaja anda lakukan.

“Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya.” (Galatia 6:2-3)

Seringkali seseorang merasa bahwa dia bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Padahal dia lupa, ketika Tuhan menciptakan Adam, Tuhan melihat bahwa Adam sendirian dan butuh pendamping. Dalam arti luas, pendamping tidak saja berbicara tentang istri/suami, tetapi juga teman, sahabat, keluarga. Itu artinya, apabila anda merasa bisa hidup tanpa orang lain, dalam hati anda, anda sedang kesepian.

Tuhan memberikan saudara-saudara seiman agar kita bisa hidup bergandengan tangan dengan kasih. Selain saling menegur dan menasihati seperti yang disebutkan diatas, hidup kita akan lebih lengkap lagi apabila kita saling membantu DALAM SEGALA HAL. Karena sangat sering Tuhan bekerja dalam kehidupan kita dengan MEMAKAI orang yang dekat dengan kita. Kita semua pasti setuju, melakukan segala sesuatu bersama-sama tentunya lebih baik dan menyenangkan daripada sendirian, bukan?

Selamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati anda!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s